Masih tentang bersih-bersih, aku jadi ingin bercerita tentang sesuatu yg terjadi di minggu kedelapan stase anak, 2 minggu yang lalu.
Suatu pagi aku terbangun oleh ketukan tergesa di pintu kamar. Bukan pintu kamarku, tapi pintu Indri, teman kos kamar sebelah sekaligus kolega koas di rumah sakit. Dengan bersungut, aku menutup telingaku dengan bantal. Masih jam 6 pagi, aku mau tidur lagi. Sebelum bantal menutupi telingaku, aku sempat mendengar irama ketakutan dari sang pengetuk kamar. Kiranya itu suara Enggar, penghuni baru Kos Mata Bola tempatku menginap selama ini. Hm, rasa ingin tahuku jadi terpancing. Kuurungkan niat tidur lagi dan mulai memasang telinga.
"Mbak.. mbak Indri. Buka pintunya, mbak!" kata Enggar tergesa. Beberapa kali dia masih mengetuk sebelum akhirnya pintu terbuka.
Kriett.. "Hm..?" Indri membuka pintu dg suara bangun tidurnya yg khas.
"Mbak, ini uang iuran pembantu kos." --Oh, mau bayar iuran kos.. batinku. Niat tidur lagi kembali muncul. Kirain apa.. Huahem.
"Oh ya. Makasih ya." Indri hampir menutup pintu saat Enggar kembali berkata dg tergesa.
"Mbak Indri, kok piring gelas sendok di tempat cucian bersih semua, ditata lagi di ember. Padahal kan mbak pembantu datangnya mesti siang kan ya? Perasaan tadi malam jam 9an gitu masih pada kotor semua".
Indri membuka lebar pintunya lagi. "Oh kos ini emang sering kayak gitu kok. Kayak ada yang jagain gitu. Tapi baik-baik aja. Malah semua pada bersih kan. Asal kita gak ganggu gak apa-apa." Indri menjawab dengan meyakinkan.
"Ada yang jagain.." Enggar mengulangi kata-kata Indri dg datar. "Maksudnya..." Enggar tidak meneruskan kata-katanya.
Indri melanjutkan, "Asal kita nggak ngganggu dan mengganggu sih gapapa..."
Suasana pagi itu berubah menjadi horror mendadak, teman-teman, percayalah. Hiiyyy..
Enggar cuma berkata "ooh.. (glek) yaudah kalau gitu, makasih ya mbak Indri" lalu segera kembali lagi ke kamarnya.

www.clker.com
Aku yang ada di kamar sebelah cuma senyum-senyum aja nahan ketawa. Coba mereka tau hantunya semanis ini yaa... hahaa. Jadi ceritanya, pelaku pencuci barang pecah belah di kos itu aku. Aku lumayan sering bangun malam, terus nyuci piring dan sendokku sendiri. Aku lebih suka mencuci malam hari karena sepi dan tidak banyak teman kos yg membawa teman cowoknya lalu lalang.
Beberapa waktu, tempat cucian piring di kos sangat penuh dengan alat pecah belah yg kotor. Aku kesulitan mencuci alat makanku sendiri, jadi yaa akhirnya kucuci sendiri semuanya, hahaa.. Setelah selesai mencuci, aku merasa sayang naruh alat makan mereka di lantai cuci piring gitu aja. Akhirnya aku cuci juga deh salah satu ember, terus kutata alat makan mereka di dalam ember itu, maklum kosku belum punya rak piring bersama.
Sebenarnya, kebiasaan ini udah berlangsung sejak 3 atau 4 bulan yang lalu. Aku pikir mereka nggak mikir macam-macam karena gak ada yang komplain atau cerita yg aneh2, makanya aku kadang masih melakukannya. Sampai hari itu, hahaaa.. Mm.. pernah sih suatu kali aku kepergok Tiwi, teman kosku yg kamarnya di pojok paling barat. "Hah, tanti. Kamu belum tidur?" katanya sambil mendekati tempat cucian piring. Aku senyum meringis yg khas (kayak mbah surip aja, hohoo), "Iya niy, aku kehabisan gelas, jd mo cuci gelas dulu. Tiwi diam aja, melihat ember andalanku yang sudah terlanjur penuh dg piring2 itu, "ya ampun Tan, kamu nyuci semua alat makan anak kos". "Hm? Iya. Habis sayang sabun piringnya, masih sisa banyak" kataku sambil terus nyuci dan senyum meringis.
Tiwi melihatku prihatin seperti kita melihat pengamen yg kurang kerjaan kongkow2 di jalan. Aku jadi mikir2 juga, jangan2 emang bener dy ngrasa kasian karena aku kurang kerjaan. Buset, belajar Bu Tanti, belajar, minggu lusa ujian stase anak malah ngelantur. Yang jelas, Tiwi tidak pernah bercerita ke siapapun kalau dy mergoki aku nyuci piring tengah malam.Seenggak-enggaknya nggak sama Indri atau Enggar, hahaaa.
Anyway, begitulah cerita hantu kos pembersih piring bermula. Aku malas meluruskan cerita yang kadung beredar. Jangan sampai deh dianggap saingan sama hantu kos yang aslinya, wuiyy... bulu kuduk berdiri. Dan, tau nggak, ember berisi piring2 bersih itu masih tak brgeming dalam 3 hari ke depan.. Atau lebih, karena habis itu aku pulkam.
Entah yg punya piring2 malas ngambil atau ngrasa serem kalau ngambil, hahaa.